Hati seperti selembar kertas, di dalamnya tertulis semua cerita hidupku. Tetapi dia hanya 1 lembar, ruangannya terbatas, maka aku melipatnya untuk menemukan ruangan kosong untuk menulis cerita baruku, aku terus melipat dan melipat... Menciptakan luka-luka di dalamnya. Aku tahu masa lalu tak bisa dihapus, tetapi hidup harus berlanjut, jadi aku menahan sakit dan melipatnya lagi... kali ini hanya tersisa 1 sudut kecil yang bisa ditulis, dan aku berharap... sangat berharap... Namamu akan menjadi kata terakhir yang tertulis di dalam hatiku...
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Juni 2013
Aku Hanya Gadis Biasa Yang mencintaimu
Tak banyak yang bisa ku lakukan ,Aku memang bukan gadis-gadis plastik, wajahku tak seelok mereka, tubuhku tak seseksi itu. Aku hanyalah diriku, gadis biasa yang selalu bahagia kala kamu bermanja disampingku, aku hanya gadis biasa yang selalu menyambutmu dengan pelukan hangat ketika kamu datang, aku hanya gadis biasa yang berjam-jam memikirkanmu, aku hanya gadis biasa yang betah berlama-lama mendengarkan semua ceritamu.
Aku kadang iri pada gadis-gadis plastik itu, yang bisa dengan mudahnya mendapatkan posisi sempurna di matamu,
Salahkah perasaanku?
Aku tidak cantik, begitu pula aku tidak sempurna.
Kamu juga tidak sempurna.
Aku beradu dengan batin, berusaha meyakinkan diri bahwa aku cantik setidaknya itu kata ibuku. Aku pernah sekali begitu membenci cermin, bagiku cermin hanya menggambarkan pesona keindahan semu. Ada yang lebih penting selain fisik sempurna, yaitu hati. Cermin tak mampu memantulkan isi hatiku.
Aku tidak ingin mengubah diriku menjadi orang lain, aku ingin tetap menjadi aku yang biasa saja tapi bisa kamu banggakan diantara teman-temanmu, diantara gadis-gadis plastik itu
"Aku hanya gadis biasa yang mencintaimu".
Dear'Juliance.Makabe/Dho
Aku kadang iri pada gadis-gadis plastik itu, yang bisa dengan mudahnya mendapatkan posisi sempurna di matamu,
Salahkah perasaanku?
Aku tidak cantik, begitu pula aku tidak sempurna.
Kamu juga tidak sempurna.
Aku beradu dengan batin, berusaha meyakinkan diri bahwa aku cantik setidaknya itu kata ibuku. Aku pernah sekali begitu membenci cermin, bagiku cermin hanya menggambarkan pesona keindahan semu. Ada yang lebih penting selain fisik sempurna, yaitu hati. Cermin tak mampu memantulkan isi hatiku.
Aku tidak ingin mengubah diriku menjadi orang lain, aku ingin tetap menjadi aku yang biasa saja tapi bisa kamu banggakan diantara teman-temanmu, diantara gadis-gadis plastik itu
"Aku hanya gadis biasa yang mencintaimu".
Dear'Juliance.Makabe/Dho
Rabu, 14 Maret 2012
Pintu Itu Tidak Pernah Terkunci.
Seorang anak gadis satu-satunya dari seorang janda yang tinggal disuatu daerah pegunungan meninggalkan rumah dan ibunya. Dia pergi menuruti kemauannya sendiri menuju sebuah kota. Di sana dia segera jatuh kedalam kehidupan yang penuh dosa. Ibunya berkali-kali menulis surat kepadanya, tetapi tak satu pun jawaban datang dari anaknya. Namun demikian, ibu itu tidak pernah berputus asa. Dia terus mendoakan anak gadisnya itu setiap hari.
Pada suatu malam yang gelap gulita di musim dingin, janda tadi dibangunkan oleh bunyi langkah kaki seseorang yang memasuki rumahnya. Pada saat dia menyalakan lilin, dia melihat bahwa orang yang datang itu adalah anaknya sendiri. Anak itu kelihatan sangat letih dan kedinginan. Ketika anak itu cukup baik keadaannya untuk berbicara, dia bertanya, "Ibu, mengapa pintu rumah ini tidak terkunci pada saat aku tiba di sini? Seandainya pintu tersebut terkunci pada waktu aku datang, barangkali aku tidak dapat masuk rumah ini."
"Oh, anakku," jawab ibu yang berbahagia itu, "pintu itu tidak pernah terkunci sejak engkau ,meninggalkan rumah ini. Selama ini aku terus mendoakan engkau supaya engkau kembali lagi dengan segera. Dan aku sangat yakin bahwa engkau pun pasti kembali. Aku ingin supaya engkau merasa senang pada saat akhirnya engkau kembali dan tiba dirumah ini."
Demikian juga dengan Allah. Pintu-Nya tidak pernah terkunci bagi setiap orang yang menyesali dan bertobat dari segala dosanya serta bertindak untuk melangkahkan kakinya kembali ke rumah-Nya.
Terimakasih TUHAN.
Amin.
Pada suatu malam yang gelap gulita di musim dingin, janda tadi dibangunkan oleh bunyi langkah kaki seseorang yang memasuki rumahnya. Pada saat dia menyalakan lilin, dia melihat bahwa orang yang datang itu adalah anaknya sendiri. Anak itu kelihatan sangat letih dan kedinginan. Ketika anak itu cukup baik keadaannya untuk berbicara, dia bertanya, "Ibu, mengapa pintu rumah ini tidak terkunci pada saat aku tiba di sini? Seandainya pintu tersebut terkunci pada waktu aku datang, barangkali aku tidak dapat masuk rumah ini."
"Oh, anakku," jawab ibu yang berbahagia itu, "pintu itu tidak pernah terkunci sejak engkau ,meninggalkan rumah ini. Selama ini aku terus mendoakan engkau supaya engkau kembali lagi dengan segera. Dan aku sangat yakin bahwa engkau pun pasti kembali. Aku ingin supaya engkau merasa senang pada saat akhirnya engkau kembali dan tiba dirumah ini."
Demikian juga dengan Allah. Pintu-Nya tidak pernah terkunci bagi setiap orang yang menyesali dan bertobat dari segala dosanya serta bertindak untuk melangkahkan kakinya kembali ke rumah-Nya.
Terimakasih TUHAN.
Amin.
Label:
Cerpen
PENGAPDIAN SEORANG KAKAK
Saat senjah itu dng senyum keiklasan. Ku melangkah keluar dr kantor ku. Ku menelusuri tepi jalan di kilo 10. Sambil menunggu taksi yg lewat. Dalam hati ku bertanya. Apakah ku salah melewati jalan ini. Ataukah jalan ini yg harus ku lalui. Tak lama kemudian taksi jalur H lewat dan berhenti di samping ku. Dan taksi itu mengantar ku sampai di terminal. Setelah itu taksi jalur E yang harus mengantar ku sampai di rumah. Rasa letih yg ku rasakan itu hilang sudah saat ku melht senyum dr adik2 ku saat menyambut ku di depan rumah. Rasanya hati ini ingin menangis. Tapi ku coba tersenyum di depan mereka semua.
Label:
Cerpen
Kamis, 02 Februari 2012
Kenangan 10 tahun Yang Lalu 26 Desember 2000
Sepuluh tahun sudah senyum mu hilang dari hidup ku,kau pergi tanpa tinggalkan sedikit pesan.Kesedihan ini terus ku rasakan ketika mendengarkan lagu-lagu dar Black Sweet maupun lagu Selamat Natal Mama yang pernah kau nyanyikan sehari setelah kepergian mu. Hari ini tanggal 26 Desember 2010 genap 10 tahun sejak 26 Desember 2000 kau pergi. Sedih karena saat itu ku tak ada di samping mu di saat terakhir kepergian mu itu.
Ade ku sayang walau saat Natal seperti ini kau tak lagi bersama kami semua tapi K'Mey tau kau selalu tersenyum meliahat kami semua dalam keadaan yang sehat. Walau saat ini Mey & Lia tak Merayakan Natal berasama mama,Papa,dan adik-adik semua di rumah. Adik ku sayang tak ada kata istimewah yang kk mau bilang tapi kk cuma mau bilang kalau kk sayang sekali sama ade,Selamat Natal adik ku sayang,kk selalu doakan agar Tuhan menerima ade di sisi-Nya,dan memeluk ade dengan erat agar ade tdk meresa sendirian di sana.Adik ku sayang kk selalu dan akan selalu merindukan dan menyayangi mu,sampai kapan pun itu.LOVE U CALLVIN MAKABE
Label:
Cerpen
Sabtu, 29 Oktober 2011
Kisah Pohon Apel
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu, anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku.", pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.", jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut,
"Duh, maaf aku pun tak punya uang, tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi.", kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu,", jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?".
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah, tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.", kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi denganku.", kata pohon apel.
"Aku sedih.", kata anak lelaki itu.
"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku", kata pohon apel itu.
"Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa, aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.", jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.", kata pohon apel.
"Sekarang aku juga sudah terlalu tua untuk itu.", jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.", kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,", kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu pun sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua ki
Label:
Cerpen
Senin, 29 Agustus 2011
Masih ada sebuah persoalan
Hujan menyelimuti bumi
Untuk membuat saya dingin dan ingin
Tidur tapi sayangnya masih banyak teman-teman saya
Sedang online jadi pasien untuk berkomunikasi bahkan
Jika hanya sementara, tapi itu telah membuat hati saya
teringat akan masa lalu yang selalu indah
Karena kasih Tuhan,di malam ini saya masih
dapat berkomunikasi dengan
Teman-teman yang saya selalu bangga
Label:
Cerpen
Selasa, 19 Juli 2011
Kota Emas
Matahari bersinar dengan girang hati,awan putih berlayar di langit biru.
Taman bunga itu penuh dengan kesukaan.pohon pisang melambaikan daunnya
yang lebat.kupu-kupu dan lebah mencari bungan merah,dan kuning dan juga bunga putih
itu.Taman itu telah sunyi, perlahan-lahan malam turun di atas bukit.
Sejuk senang bertiup angin sepoi-sepoi.Matahari hampir hilang jangkerik mancicip-cicip
di pagar.Awan di langit itu berwarna ung,merah dan kuning.
Diam-diam aku duduk memandang saja.Matahari itu makin turun di seberang teluk itu.
Aku duduk di tepi taman bunga,di bukit di sebelah ini.Bukit-bukit di sebelah itu
makin gelap,tetapi di belakang bukit itu,langit itu cemerlang.oh lihatlah di sebelah sana
Di seberang itu.
Dibelakang hutan hitam itu.
Rupanya seperti sebuah kota emas.Mukaku berkilat dalam terang emas
yang bercahaya dari kaki langit itu,rumah tembok dan gapura serta menara
kelihatan emas belaka,bersinar gemerlap engkau tahu apa yang saya suka ?
sayap,saya mau terbang kesana,kekota terang itu,di belakang bukit jauh itu,dekat matahari
saya berpikir di dalam hati bahwa,Tuhan yang baik ada berdiam disana.Didalam "KOTA EMAS ITU".
Label:
Cerpen
Kisah Seekor Kupu-kupu
Seekor kupu-kupu yang sedang terbang melintasi alam sambil menikmati keindahan alamnya
mempunyai kisah kasih tersendiri.
sejak ia masih berwujud telur sampai menjadi seekor kupu-kupu yang indah begitu pun
denganku yang mempunyai kisah tersendiri yang bagiku yang berharga.
Label:
Cerpen
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
